Kartunis Semarang belajar menggali ide kartun bersama Jitet Koestana

KARTUNSEMARANG.COM- Suasana rumah di Jalan Taman Sriyatno No 7, Purwoyoso RT 4/4 Krapyak Semarang tampak ramai, Minggu (2/9/2016). Beberapa orang duduk melingkar dalam sebuah forum yang digelar di ruang tamu rumah tersebut. Mereka adalah para kartunis anggota Semarang Cartoon Club (SECAC) yang tengah mengikuti kelas menggambar bersama sang empunya rumah, Jitet Koestana.

Dalam kesempatan itu, peserta kelas menggambar mendapatkan pengarahan seputar cara menggali ide menggambar kartun. Jitet juga berbagi tips menjadi juara kontes kartun internasional kepada peserta. Sebagai informasi, Jitet merupakan kartunis senior SECAC dengan koleksi penghargaan internasional terbanyak di Indonesia. Sampai saat ini, Jitet tercatat mengoleksi sebanyak 116 penghargaan kartun tingkat nasional maupun internasional.

"Ide itu seperti pedang. Teknik menggambar juga seperti pedang. Jika bisa memiliki keduanya akan dahsyat," katanya.

Menurutnya, ada beberapa cara untuk menggali ide kartun. Yaitu dengan teknik analogi, perbandingan, memutarbalikkan logika, parodi, plesetan dan otak-atik gatuk. Melalui layar komputer, Jitet menunjukkan beberapa contoh kartun yang dibuatnya. Menurutnya, enam cara itu bisa dieksplorasi oleh kartunis untuk menghasilkan karya kartun yang baik.
kelas gambar kartun SECAC bareng Jitet Koestana
Suasana kelas menggambar SECAC bersama Jitet Koestana, Minggu (2/9/2016)
Para peserta kelas menggambar cukup antusias menyimak. Sesekali mereka mengajukan pertanyaan. Tak hanya itu, peserta juga diminta untuk mempraktikkan cara tersebut. Peserta mendapat tantangan untuk menggambar kartun dengan tema "paper vs digital".

Peserta pun segera meraih pensil maupun spidol untuk menuangkan idenya dalam selembar kertas. Seorang peserta, Ratno membuat gambaran kondisi media cetak saat ini. Selembar koran ia gambarkan berada dalam jepitan laptop. Seolah-olah laptop yang mewakili simbol teknologi itu menelan eksistensi media cetak. Peserta lainnya juga antusias menuangkan idenya.

Mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Maria Ulfah mengaku senang bisa ikut kelas menggambar yang diadakan SECAC tersebut. Menurut dia, selain mendapatkan ilmu juga mendapatkan motivasi. "Baru kali ini saya belajar gambar kartun bareng SECAC. Seneng sekali bisa ketemu Pak Jitet. Dulu hanya lihat karya-karyanya di Kompas. Sekarang isa belajar langsung sama beliau," katanya. (rif)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kartunis Semarang belajar menggali ide kartun bersama Jitet Koestana"

Post a Comment