30 Tahun SECAC, Tantangan ke Depan



 Siapapun, terutama para kartunis, akan mengatakan bahwa diantara kota-kota di Indonesia, Semarang punya potensi dan bibit-bibit unggul bagi tumbuhnya bukan saja calon kartunis, tetapi juga karya-karya kartun yang berbobot. Oleh karena itu, orang (baca Kartunis) tidak bakal protes, bila kegiatan-kegiatan segala rupa olah kartun, baik sekala nasional maupun internasional tergelar di kota yang memiliki getar-getar kartunal ini.
Dan ini sudah dibuktikan oleh Semarang, yang pernah menyelenggarakan Lomba dan Pameran Kartun Internasional “Canda Laga Manca Negara” tanggal 2-6 Februari 1988, yang diikuti 39 negara. Lalu menyusul Pameran Kartun Terpanjang di Dunia tahun 1991, Trilogi Semarang Dalam Kartun tanggal 25-26 Mei 1991, Ketawa Total tanggal 27-30 Mei 1993, atau Primitif 2000 tanggal 30-31 Agustus 1994, Secac Reborn tanggal 26 Februari – 5 Maret 2011 dan lain - lain. Atas prestasinya, Semarang mendapat gelar Ibukota Kartunis Indonesia.
Hiruk pikuk dan kemegahan kegiatan kartun di Semarang tidak bisa lepas dari peran SECAC (Semarang Cartoon Club). Komunitas inilah yang selama ini jadi pionir kegiatan. Polah tingkah SECAC senantiasa beroleh apresiasi positif dari berbagai lapisan masyarakat. Seperti terlihat pada tanggal 2 Oktober 2011, SECAC mengadakan Aksi Ngartun Massal di Jalan Pemuda Semarang.   Hamparan kertas berukuran lebar 75 sentimeter dan panjang 400 meter dalam waktu 3 jam telah dipenuhi gambar kartun dengan tema Anti Teror dan Koruptor. Kegiatan ini diikuti sekitar 48 kartunis dari berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Solo, Purwokerto, Magelang, Kudus, Ungaran, Kendal, dan Semarang.
Menyadari tantangan ke depan yang tidak mudah, SECAC mengadakan revitalisasi tanggal 30 Oktober 2011 di Hotel Amaris Semarang. Acara revitaisasi juga diisi dengan workshop dan lomba kartun. Walau peserta ditarik biaya mahal, ruang hotel penuh sesak oleh generasi muda yang ingin menjadi kartunis. Berdasar fakta potensi dan atensi  yang diutarakan diatas, SECAC mengajak semua pihak baik negeri atau swasta untuk bekerja sama dalam pembuatan even ke depan, ke depan, dan ke depannya lagi.
Slamet Widodo, Ketua SECAC 2011 – 2015

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "30 Tahun SECAC, Tantangan ke Depan"

Post a Comment